Mari kenalan dengan Deno

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Mungkin banyak yang sudah mendengar tentang Deno dan mungkin ada juga yang belum. Untuk kalian yang pernah mendengarnya pasti bertanya-tanya tentang apa itu Deno ? lalu juga apa perbedaannya Deno dan NodeJs? serta bagaimana cara install Deno ?. maka dari itu simak pada postingan kali ini, mari kita bahas satu per satu.

 

 

What is Deno ?

Jikalau kalian adalah seorang javascript / nodejs developer, kemungkinan pasti sudah pernah mendengar tentang Deno. Diterjemahkan dari deno.land,

Deno adalah sebuah platform untuk menjalankan kode Javascript dan Typescript yang menggunakan V8 dan di bangun dengan bahasa pemrograman Rust.

Deno diperkenalkan dan dikembangkan oleh Ryan Dahl pada tahun 2018 yang juga sang pencipta Node.js. Ryan Dahl menciptakan Deno pada awalnya ditulis menggunakan bahasa Go, lalu di tulis ulang menggunakan bahasa pemrograman Rust untuk menghindari masalah garbage collector, karena adanya kemungkinan bentrokan antara garbage collectornya V8 dan Go. Deno telah rilis pertama kali pada tanggal 13 mei 2020 lalu dengan versi pertamanya versi 1.0.0. Deno dan nodejs memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengembangkan aplikasi pada web dengan menggunakan bahasa pemrograman JavaScript. Karena kebanyakan bahasa pemrograman JavaScript sering dipergunakan pada sisi client dalam hal ini adalah pada browser.

 

The advantages of Deno?

Dilansir dari situs deno.land , Mereka juga memberikan Apa saja kelebihan apa saja dari Deno.

  • Deno tidak mengunakan package manager seperti NPM pada Nodejs
  • Aman secara default. Tidak ada file, jaringan, atau akses lingkungan, kecuali jika diaktifkan secara eksplisit.
  • Mendukung TypeScript .
  • Hanya mengirimkan satu file yang dapat dieksekusi.
  • Memiliki utilitas bawaan seperti inspektor dependensi (info deno) dan format kode (deno fmt).
  • Memiliki satu set modul standar yang ditinjau (diaudit) yang dijamin untuk bekerja dengan Deno: deno.land/std

 

The difference between Deno and NodeJs?

Kedua platform tersebut, Deno dan Node.js mempunyai tujuan dan fungsi yang sama, hanya saja menggunakan mekanisme yang berbeda, dan keduanya sama-sama menggunakan V8 JavaScript Engine, tetapi Deno sendiri memiliki perbedaan dibandingkan dengan Node.js. perbedaan tersebut antara lain :

  • Membangun ulang API dengan menerapkan fitur Promises, ES6, dan juga TypeScript
  • Menggunakan ES Module sebagai sistem modul default, pengganti dari CommonJS
  • Tidak adanya akses pada file, network, dan environment kecuali jika diaktifkan secara eksplisit
  • Hanya mengirimkan satu file yang dapat dieksekusi
  • Memiliki package manager bawaan yang berfungsi sebagai pengolahan resource tambahan, dan berdampak tidak diperlukannya package manager lagi seperti NPM
  • Menggunakan URL dalam memuat dependencies baik lokal maupun remote

 

How To Install Deno

Deno dibuat sebagai salah satu yang dapat dieksekusi tanpa dependensi atau menginstalnya menggunakan installer di bawah ini, atau mengunduh binary rilis dari halaman rilis.

Shell (macOS, Linux):

curl -fsSL https://deno.land/x/install/install.sh | sh

PowerShell (Windows):

iwr https://deno.land/x/install/install.ps1 -useb | iex

Homebrew (macOS):

brew install deno

Cek apakah sudah terinstall dengan menuliskan di konsol deno jika berhasil makan hasilnya akan seperti ini:

Untuk meng-upgrade ke versi terbaru jalankan command deno upgrade . Lalu kalian bisa melihat versi Deno yang sudah terinstall dengan command deno --version

 

Hello World Deno

Bisa coba dengan ini di terminal:

deno run https://deno.land/std/examples/welcome.ts

Atau buat file deno.ts lalu tuliskan code dibawah ini:

import { serve } from "https://deno.land/std@0.57.0/http/server.ts";
const s = serve({ port: 8000 });
console.log("http://localhost:8000/");
for await (const req of s) {
  req.respond({ body: "Hello Deno\n" });
}

dan jalankan deno run --allow-net deno.ts dan coba test di browser.

Di baris pertama, kita mengimport class serve dari modul Server, lalu dibaris kedua kita membuat sebuah instance dari class serve dengan param port:8000 tersebut.

Dibaris ketiga kita async await untuk menunggu merespon pada baris ke empat, dan akan menampilkan Hello Deno pada url http://localhost:8000/

Kita telah mengetahui apa itu Deno dan apa perbedaannya dengan Node.js.

Jika kalian ingin mempelajari Deno lebih lanjut kamu dapat mengklik link ini https://deno.land/ dan sampai jumpa di konten Deno berikutnya

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Referensi.

deno.land

kawan koding

easyread

kumis.id

​

Apabila artikel ini membantu kamu, dan jika kamu memiliki sedikit rezeki, mohon dukungannya dalam bentuk segelas kopi melalui URL dibawah ini:

Last Updated: Selasa, 17 Agustus 2021 5:14 GMT+7

Comments